Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pak Budi mempunyai solar sebanyak 70% dari drum yang dapat menampung 200 liter solar. Sebanyak 0,25 bagian dari solar itu telah terjual. Kemudian sisa solar itu dimasukkan dalam jerigen jerigen yang bisa diisi 5 liter solar. Jerigen yang harus disiapkan Pak Budi adalah buah.

Pertanyaan

Pak Budi mempunyai solar sebanyak 70% dari drum yang dapat menampung 200 liter solar. Sebanyak 0,25 bagian dari solar itu telah terjual. Kemudian sisa solar itu dimasukkan dalam jerigen jerigen yang bisa diisi 5 liter solar. Jerigen yang harus disiapkan Pak Budi adalah buah.

A. 7 

B. 14 

C. 21

D. 35​


Jawaban: C. 21


Mari kita hitung berapa banyak solar yang tersisa dan berapa banyak jerigen yang harus disiapkan oleh Pak Budi.


Jumlah solar yang dimiliki oleh Pak Budi:Total kapasitas drum solar = 200 liter

Persentase solar yang dimiliki Pak Budi = 70%Jadi, jumlah solar yang dimiliki Pak Budi = 70% dari 200 liter

= 0.70 * 200 liter

= 140 liter

Jumlah solar yang telah terjual:Bagian dari solar yang telah terjual = 0,25Jadi, jumlah solar yang telah terjual = 0,25 * 140 liter

= 35 liter

Sisa solar yang dimiliki oleh Pak Budi:Jumlah solar yang dimiliki awalnya - Jumlah solar yang telah terjualSisa solar = 140 liter - 35 liter

= 105 liter

Jumlah jerigen yang harus disiapkan:Kapasitas jerigen = 5 liter

Jumlah solar yang harus ditampung dalam jerigen = Sisa solarJumlah jerigen yang harus disiapkan = Sisa solar / Kapasitas jerigen

= 105 liter / 5 liter

= 21 jerigen

Jadi, Pak Budi harus menyiapkan 21 jerigen untuk menampung sisa solar yang tersisa.




Soal di atas berkaitan dengan beberapa konsep yang diajarkan di berbagai mata pelajaran, terutama dalam matematika dan ilmu pengetahuan alam.

Matematika: Soal tersebut melibatkan beberapa konsep matematika dasar, seperti persentase, pecahan, dan operasi hitung. Siswa perlu menggunakan pengetahuan tentang persentase untuk menghitung jumlah solar yang dimiliki Pak Budi, serta pemahaman tentang pecahan untuk menghitung jumlah solar yang telah terjual.

Ilmu Pengetahuan Alam: Soal tersebut juga melibatkan konsep-konsep yang relevan dalam ilmu pengetahuan alam, terutama dalam hal pengukuran volume dan kapasitas. Siswa perlu memahami konsep volume dan kapasitas drum serta jerigen untuk menyelesaikan soal tersebut.

Ekonomi: Selain itu, soal tersebut juga memiliki relevansi dengan konsep ekonomi sederhana. Siswa dapat mempertimbangkan bagaimana Pak Budi mengelola stok solar dan melakukan penjualan untuk memperoleh pendapatan. Ini dapat membuka diskusi tentang prinsip-prinsip dasar manajemen persediaan dan keuangan.

Dengan demikian, meskipun soal tersebut mungkin lebih banyak berkaitan dengan mata pelajaran matematika, namun juga memiliki aplikasi dan keterkaitan dengan berbagai konsep di bidang lainnya, menunjukkan hubungan antar-mata pelajaran yang sering terjadi dalam konteks kehidupan nyata.

Keterkaitan dengan Teknologi: Meskipun tidak langsung terkait dengan soal tersebut, namun ada potensi untuk mengaitkan soal tersebut dengan teknologi, terutama dalam hal penggunaan perangkat lunak atau aplikasi untuk mengelola inventaris dan penjualan. Siswa dapat mempelajari bagaimana teknologi digunakan dalam bisnis untuk mengotomatiskan proses seperti pelacakan stok, pencatatan penjualan, dan analisis data keuangan.

Kewirausahaan: Soal tersebut dapat dihubungkan dengan konsep kewirausahaan, di mana siswa dapat mempertimbangkan strategi yang dapat digunakan oleh Pak Budi untuk mengelola bisnis solarnya. Ini termasuk pengambilan keputusan tentang harga jual, manajemen persediaan, dan strategi pemasaran untuk meningkatkan penjualan. Diskusi ini dapat memperkaya pemahaman siswa tentang bagaimana bisnis kecil beroperasi dalam ekonomi.

Konservasi Energi: Soal tersebut juga dapat digunakan sebagai titik awal untuk memperkenalkan konsep konservasi energi. Dalam konteks soal tersebut, siswa dapat diminta untuk mempertimbangkan bagaimana mengurangi konsumsi solar atau mencari sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan. Ini memungkinkan pengintegrasian konsep-konsep sains dengan masalah sosial dan lingkungan yang relevan.

Keterkaitan dengan Bahasa: Meskipun tidak langsung terkait, namun siswa juga dapat mengembangkan keterampilan bahasa dalam menulis laporan atau esai tentang topik terkait, seperti tantangan dalam manajemen persediaan atau dampak ekonomi dari fluktuasi harga energi. Ini memungkinkan siswa untuk mengasah keterampilan menulis argumentatif dan analitis mereka sambil menjelajahi konsep-konsep dalam konteks yang lebih luas.

Kesehatan dan Keselamatan: Terkait dengan penggunaan solar, siswa juga dapat mempelajari tentang kesehatan dan keselamatan dalam penggunaan bahan bakar dan bahan kimia. Ini mencakup pemahaman tentang cara menyimpan dan menangani solar dengan aman, serta dampak kesehatan dari paparan terhadap bahan kimia berbahaya.

Pendidikan Lingkungan: Soal tersebut dapat digunakan sebagai titik awal untuk pembelajaran tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan. Siswa dapat diminta untuk mempertimbangkan bagaimana penggunaan energi fosil, seperti solar, berdampak pada lingkungan, serta alternatif energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Dengan mengaitkan soal tersebut dengan konsep-konsep lain di dalam kurikulum sekolah, kita dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang holistik dan bermakna bagi siswa. Ini membantu siswa melihat keterkaitan antar-mata pelajaran dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang relevan dengan kehidupan nyata. Selain itu, pendekatan ini juga dapat merangsang minat siswa dalam belajar, karena mereka melihat relevansi materi pembelajaran dengan dunia di sekitar mereka.

Ekonomi Lingkungan: Soal tersebut juga dapat menjadi titik awal untuk memperkenalkan konsep ekonomi lingkungan kepada siswa. Mereka dapat mempelajari tentang nilai ekonomi dari sumber daya alam, seperti solar, dan bagaimana aspek ekonomi memengaruhi keputusan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya tersebut. Diskusi ini memungkinkan siswa untuk memahami hubungan antara ekonomi dan lingkungan, serta pentingnya pembangunan berkelanjutan.

Geografi: Melalui soal tersebut, siswa juga dapat mempertimbangkan aspek geografis terkait dengan produksi dan distribusi energi, termasuk solar. Mereka dapat mempelajari tentang lokasi sumber daya energi, jalur distribusi, dan implikasi geografis dari penggunaan energi fosil dan alternatif. Ini memungkinkan integrasi antara konsep-konsep geografi fisik dan manusia dengan masalah energi global.

Keterkaitan dengan Sosiologi: Konsep konversi satuan waktu dalam soal tersebut dapat dihubungkan dengan studi tentang perubahan sosial dalam mata pelajaran sosiologi. Siswa dapat mempertimbangkan bagaimana perubahan dalam teknologi dan kebijakan energi memengaruhi pola konsumsi dan perilaku masyarakat terkait dengan penggunaan energi. Ini dapat mengilustrasikan pentingnya konteks sosial dalam memahami isu-isu lingkungan dan energi.

Pendidikan Kewarganegaraan: Soal tersebut dapat menjadi titik awal untuk diskusi tentang tanggung jawab warga negara dalam menjaga lingkungan dan mengelola sumber daya alam dengan bijaksana. Siswa dapat mempertimbangkan peran mereka dalam mempromosikan energi terbarukan dan mengurangi jejak karbon melalui tindakan individu dan kolektif. Ini memungkinkan pengembangan sikap kewarganegaraan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Keseimbangan Ekologi: Diskusi tentang penggunaan energi, termasuk solar, juga dapat dihubungkan dengan konsep ekologi dan keseimbangan ekosistem. Siswa dapat mempelajari tentang dampak ekologis dari eksploitasi sumber daya alam dan bagaimana energi terbarukan dapat membantu mempertahankan keseimbangan ekosistem. Ini memungkinkan pemahaman tentang hubungan antara manusia dan lingkungan, serta pentingnya menjaga keseimbangan ekologi untuk keberlangsungan hidup.

Psikologi Lingkungan: Soal tersebut juga dapat menjadi titik awal untuk pembelajaran tentang psikologi lingkungan, yaitu bagaimana lingkungan fisik memengaruhi perilaku dan kesejahteraan manusia. Siswa dapat mempertimbangkan dampak psikologis dari krisis energi dan perubahan lingkungan, serta upaya untuk mempromosikan perilaku pro lingkungan. Ini memungkinkan pemahaman tentang faktor-faktor psikologis yang memengaruhi sikap dan tindakan terkait dengan lingkungan.

Dengan mengaitkan soal tersebut dengan berbagai konsep di dalam kurikulum sekolah, kita dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang komprehensif dan beragam bagi siswa. Ini memungkinkan mereka untuk melihat hubungan antara berbagai bidang studi dan menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks yang lebih luas. Selain itu, pendekatan ini juga mempromosikan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu kompleks, seperti energi dan lingkungan, serta pengembangan keterampilan berpikir kritis dan analitis dalam memecahkan masalah dunia nyata.


Posting Komentar untuk "Pak Budi mempunyai solar sebanyak 70% dari drum yang dapat menampung 200 liter solar. Sebanyak 0,25 bagian dari solar itu telah terjual. Kemudian sisa solar itu dimasukkan dalam jerigen jerigen yang bisa diisi 5 liter solar. Jerigen yang harus disiapkan Pak Budi adalah buah."