Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

bu putri seorang guru paud. saat mengajak anak-anak belajar pada tema profesi, bu putri terlebih dahulu mencari tahu profesi apa saja yang sudah diketahui anak juga profesi apa sajakah yang diminati anak. data yang bu putri dapatkan digunakan untuk menyesuaikan jenis profesi yang akan dipelajari. pada saat proses belajar anak-anak terlihat antusias, mereka aktif dalam kegiatan yang disediakan juga terlihat ingin mencari tahu lebih dalam mengenai profesi-profesi yang dipelajari. beberapa diantara mereka menyatakan ingin menjadi profesi tersebut ketika sudah besar. manakah pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan deskripsi di atas?

Pertanyaan

Bu Putri seorang guru PAUD. Saat mengajak anak-anak belajar pada tema profesi, Bu Putri terlebih dahulu mencari tahu profesi apa saja yang sudah diketahui anak juga profesi apa sajakah yang diminati anak.
Pada saat proses belajar anak-anak terlihat antusias, mereka aktif dalam kegiatan yang disediakan juga terlihat ingin mencari tahu lebih dalam mengenai profesi-profesi yang dipelajari.
Beberapa diantara mereka menyatakan ingin menjadi profesi tersebut ketika sudah besar. Manakah pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan deskripsi di atas?
a. Bu Putri melibatkan anak dalam menentukan tujuan belajar
b. Anak merasakan manfaat dari proses belajar yang ia lakukan, maka ia akan mengembangkan kecintaannya terhadap belajar
c. Anak akan semangat belajar jika diberi hadiah
d. Bu Putri melakukan asesmen diagnostik di awal pembelajaran

Jawaban yang tepat adalah c. Anak akan semangat belajar jika diberi hadiah


Pembahasan:

Deskripsi mengenai Bu Putri dan anak-anaknya menunjukkan bahwa semangat belajar anak-anak tidak tergantung pada pemberian hadiah, tetapi lebih kepada keterlibatan mereka dalam menentukan tujuan belajar, antusiasme dalam kegiatan pembelajaran, dan ketertarikan mereka terhadap profesi yang dipelajari. Pemberian hadiah bukanlah fokus utama yang memotivasi anak-anak dalam proses belajar tersebut.

Pernyataan c. "Anak akan semangat belajar jika diberi hadiah" tidak sesuai dengan deskripsi situasi yang telah dijelaskan. Berikut adalah penjelasan lebih lengkap:

a. Bu Putri melibatkan anak dalam menentukan tujuan belajar:

Pernyataan ini sesuai dengan deskripsi. Bu Putri terlebih dahulu mencari tahu profesi apa yang sudah diketahui anak-anak dan profesi apa yang diminati oleh mereka. Ini menunjukkan keterlibatan anak dalam menentukan tujuan belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan menarik bagi mereka.



b. Anak merasakan manfaat dari proses belajar yang ia lakukan, maka ia akan mengembangkan kecintaannya terhadap belajar:

Pernyataan ini sesuai dengan deskripsi. Anak-anak terlihat antusias dan aktif dalam kegiatan pembelajaran yang disediakan oleh Bu Putri. Mereka juga terlihat ingin mencari tahu lebih dalam mengenai profesi-profesi yang dipelajari, menunjukkan bahwa mereka merasakan manfaat dari proses belajar tersebut.
c. Anak akan semangat belajar jika diberi hadiah:

Pernyataan ini tidak sesuai dengan deskripsi. Dalam deskripsi, motivasi anak-anak untuk belajar lebih banyak terkait dengan keterlibatan mereka dalam menentukan tujuan belajar dan ketertarikan terhadap profesi, bukan semata-mata karena diberi hadiah. Fokusnya adalah pada pengalaman belajar yang menarik dan relevan.
d. Bu Putri melakukan asesmen diagnostik di awal pembelajaran:

Pernyataan ini tidak dijelaskan dalam deskripsi awal, sehingga tidak dapat dipastikan apakah Bu Putri melakukan asesmen diagnostik di awal pembelajaran atau tidak. Meskipun asesmen diagnostik dapat membantu guru untuk memahami tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa, informasi ini tidak tersedia dalam deskripsi tersebut.

Tambahan penjelasan:

c. Anak akan semangat belajar jika diberi hadiah:

Pernyataan ini sebaiknya dihindari karena memberi hadiah sebagai satu-satunya motivasi untuk belajar dapat menciptakan pemahaman yang keliru mengenai tujuan belajar. Anak-anak seharusnya memahami bahwa belajar sendiri memiliki manfaat intrinsik, seperti pemahaman yang lebih dalam, pengembangan keterampilan, dan pengetahuan yang lebih luas. Motivasi yang berasal dari hadiah eksternal dapat mengarah pada pemahaman yang terbatas dan kurang mendalam terhadap materi pelajaran.
Penting untuk mengutamakan pengembangan motivasi intrinsik, yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri sendiri, seperti rasa ingin tahu dan kepuasan dalam belajar. Dengan demikian, anak-anak akan lebih mungkin mengembangkan kecintaan terhadap pembelajaran dan memahami bahwa proses belajar itu sendiri merupakan hadiah.

Pada dasarnya, proses belajar yang memotivasi dan relevan, seperti yang dilakukan oleh Bu Putri, akan lebih efektif dalam membentuk semangat belajar anak-anak daripada bergantung pada hadiah eksternal yang bersifat sementara.

Terkait dengan poin d, "Bu Putri melakukan asesmen diagnostik di awal pembelajaran," asesmen diagnostik memiliki peran penting dalam membantu guru memahami tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa di awal pembelajaran. Dengan melakukan asesmen diagnostik, Bu Putri dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa, serta mempersiapkan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Asesmen diagnostik dapat membantu guru untuk:

Personalisasi Pembelajaran: Dengan mengetahui tingkat pemahaman siswa, guru dapat menyusun strategi pengajaran yang lebih disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak. Ini memungkinkan pembelajaran yang lebih efektif dan membantu siswa untuk meraih potensinya.

Menyesuaikan Materi Pembelajaran: Hasil asesmen diagnostik dapat memberikan wawasan tentang sejauh mana siswa telah memahami materi sebelumnya dan membantu guru menyesuaikan rencana pembelajaran agar sesuai dengan tingkat pemahaman mereka.

Menentukan Fokus Pembelajaran: Dengan mengetahui kebutuhan dan minat siswa, guru dapat menentukan fokus pembelajaran yang lebih relevan. Hal ini dapat meningkatkan antusiasme siswa terhadap materi pembelajaran.

Memberikan Umpan Balik Terkait Kemajuan: Asesmen diagnostik juga dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan umpan balik kepada siswa mengenai kemajuan mereka. Hal ini dapat membantu siswa untuk lebih memahami kekuatan dan kelemahan mereka, serta merencanakan strategi pembelajaran lebih lanjut.

Jadi, melalui asesmen diagnostik, Bu Putri dapat membangun dasar yang kuat untuk menyusun pembelajaran yang efektif dan mendukung perkembangan optimal setiap siswa.


Penerapan asesmen diagnostik oleh Bu Putri pada awal pembelajaran juga dapat membantu dalam merancang strategi pengajaran yang inklusif. Dengan memahami kebutuhan dan tingkat pemahaman setiap anak, Bu Putri dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung semua siswa, termasuk yang mungkin memiliki tingkat pemahaman yang berbeda-beda.

Adapun beberapa manfaat lebih lanjut dari penerapan asesmen diagnostik:

Mengidentifikasi Kesulitan Awal: Asesmen diagnostik membantu dalam mengidentifikasi potensi kesulitan belajar atau pemahaman pada tahap awal. Dengan mengetahui area-area yang mungkin menjadi tantangan bagi siswa, guru dapat merancang strategi remedial yang sesuai.

Merancang Pembelajaran Diferensiasi: Informasi yang diperoleh dari asesmen diagnostik memungkinkan Bu Putri untuk merancang pembelajaran yang diferensiasi, yaitu menyesuaikan metode pengajaran, bahan ajar, dan penilaian sesuai dengan kebutuhan beragam siswa di kelas.

Mengukur Pertumbuhan dan Kemajuan: Asesmen diagnostik bukan hanya berfungsi untuk mengevaluasi pemahaman awal, tetapi juga dapat menjadi dasar untuk mengukur pertumbuhan dan kemajuan siswa selama periode pembelajaran tertentu.

Melibatkan Siswa dalam Proses Pembelajaran: Proses asesmen diagnostik dapat melibatkan siswa secara aktif dalam memahami tingkat pemahaman mereka sendiri. Ini mendorong kesadaran metakognitif, di mana siswa dapat mengenali kekuatan dan kelemahan mereka, serta mengembangkan strategi belajar yang lebih efektif.

Dengan memanfaatkan hasil asesmen diagnostik, Bu Putri dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih terarah, inklusif, dan mendukung perkembangan holistik setiap anak di kelasnya.

Posting Komentar untuk "bu putri seorang guru paud. saat mengajak anak-anak belajar pada tema profesi, bu putri terlebih dahulu mencari tahu profesi apa saja yang sudah diketahui anak juga profesi apa sajakah yang diminati anak. data yang bu putri dapatkan digunakan untuk menyesuaikan jenis profesi yang akan dipelajari. pada saat proses belajar anak-anak terlihat antusias, mereka aktif dalam kegiatan yang disediakan juga terlihat ingin mencari tahu lebih dalam mengenai profesi-profesi yang dipelajari. beberapa diantara mereka menyatakan ingin menjadi profesi tersebut ketika sudah besar. manakah pernyataan di bawah ini yang tidak sesuai dengan deskripsi di atas?"