Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

saat itu jam pelajaran terakhir. sebelum rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara, bapak eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran ppkn. sejak pagi, bapak eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. setelah beberapa saat bapak eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. saat mendekati meja salah satu murid, diana, pak eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. bapak eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?” seisi ruang kelas terkejut. wajah diana memerah. ia tampak malu dan tidak menyangka bapak eling merespon sekeras itu.

Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca.

Saat itu jam pelajaran terakhir. Sebelum rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara, Bapak Eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran PPKN. Sejak pagi, Bapak Eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. Pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. Setelah beberapa saat Bapak Eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. Saat mendekati meja salah satu murid, Diana, Pak Eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. Bapak Eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. "Jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?"  Seisi ruang kelas terkejut.  Wajah Diana memerah.  Ia tampak malu dan tidak menyangka Bapak Eling merespon sekeras itu.

Jawablah pertanyaan berikut.

Apakah situasi yang dihadapi Bapak Eling? Mohon uraikan dengan singkat, padat, dan jelas.



Jawaban:

Situasi yang dihadapi Bapak Eling yaitu:
1. Beban kerja yang menumpuk
2. Kelelahan karena sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan
3. Salah satu murid tidak bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab




Catatan:
Pertanyaan "Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca" adalah instruksi untuk membaca suatu teks atau informasi dengan seksama, dan setelah selesai membaca, merenungkan atau memikirkan isi atau pesan yang terkandung dalam teks tersebut. Tujuannya adalah untuk memungkinkan pembaca untuk memahami, mengevaluasi, dan memproses informasi yang telah mereka baca, serta mungkin menghubungkannya dengan pengalaman atau pengetahuan yang sudah mereka miliki.

Dengan melakukan refleksi, pembaca dapat memahami lebih dalam, mengkritisi, atau menginternalisasi konsep atau gagasan yang ada dalam teks tersebut. Refleksi membantu dalam pengembangan pemahaman dan pemikiran kritis, serta dapat memungkinkan pembaca untuk mengambil pelajaran atau makna yang lebih mendalam dari apa yang mereka baca. Jadi, instruksi "Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca" mendorong pembaca untuk tidak hanya melewati teks, tetapi juga memprosesnya secara mendalam.

Setelah membaca, refleksi dapat melibatkan berbagai tindakan, seperti:

Merenungkan pesan utama: Apa pesan utama atau gagasan yang ingin disampaikan dalam teks tersebut? Bagaimana hal ini dapat diterapkan atau relevan dalam kehidupan atau konteks Anda?

Menghubungkan dengan pengalaman pribadi: Apakah ada pengalaman pribadi yang dapat Anda hubungkan dengan informasi dalam teks? Bagaimana pengalaman pribadi tersebut mempengaruhi cara Anda memahami teks?

Menilai atau mengkritisi: Apakah Anda setuju atau tidak setuju dengan argumen atau pandangan yang disajikan dalam teks? Apakah ada bukti atau argumen lain yang mendukung atau menentang teks tersebut?

Membuat catatan atau pertanyaan: Anda dapat mencatat hal-hal yang tidak Anda pahami atau pertanyaan yang muncul selama membaca, yang kemudian dapat dijelaskan atau dijawab melalui penelitian atau diskusi lebih lanjut.

Mengidentifikasi pelajaran: Apakah ada pelajaran atau pembelajaran yang dapat Anda ambil dari teks tersebut? Bagaimana Anda dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari Anda?

Melakukan refleksi setelah membaca membantu meningkatkan pemahaman dan membantu informasi menjadi lebih bermakna. Ini adalah keterampilan yang berguna dalam pendidikan, pengembangan diri, dan pengambilan keputusan, karena memungkinkan kita untuk menggali lebih dalam makna dan implikasi dari apa yang kita baca.

Selain itu, melakukan refleksi setelah membaca juga dapat membantu dalam pengembangan pemikiran kritis. Ini berarti kemampuan untuk mengevaluasi, menganalisis, dan menghubungkan informasi dengan cara yang lebih mendalam. Kemampuan berpikir kritis membantu kita dalam:

Mengidentifikasi bias: Refleksi membantu kita mengenali bias atau sudut pandang tertentu dalam teks. Ini memungkinkan kita untuk lebih kritis terhadap informasi yang disajikan dan mempertanyakan apakah ada perspektif atau fakta yang mungkin diabaikan.

Memahami implikasi: Refleksi memungkinkan kita untuk memahami implikasi dari informasi yang dibaca. Ini membantu kita dalam merencanakan tindakan yang sesuai atau mempersiapkan diri terhadap konsekuensi yang mungkin muncul.

Menghubungkan informasi: Melalui refleksi, kita dapat menghubungkan informasi dalam teks dengan pengetahuan yang sudah kita miliki. Ini membantu kita dalam membangun pemahaman yang lebih kaya dan kompleks tentang suatu topik.

Membantu dalam pengambilan keputusan: Refleksi setelah membaca memungkinkan kita untuk memproses informasi dengan lebih baik dan membuat keputusan yang lebih terinformasi. Ini relevan dalam berbagai konteks, seperti pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari.

Jadi, instruksi "Bacalah dan lakukan refleksi setelah membaca" merupakan langkah penting dalam memaksimalkan pemahaman dan manfaat dari informasi yang kita terima. Itu membantu kita menggali lebih dalam makna dan nilai dari apa yang kita pelajari, serta mengembangkan keterampilan pemikiran kritis yang berharga.

Posting Komentar untuk "saat itu jam pelajaran terakhir. sebelum rapat panitia besar ulang tahun sekolah untuk memfinalisasi acara, bapak eling masuk ke kelas 9 untuk mengajar mata pelajaran ppkn. sejak pagi, bapak eling sudah mengajar 3 kelas yang berbeda secara berurutan. pada pelajaran ini, anak-anak diizinkan menggunakan gawai mereka untuk mengerjakan proyek kelompok. setelah beberapa saat bapak eling melakukan pengecekan apakah setiap murid bekerja sesuai tugas dan tanggung jawab mereka. saat mendekati meja salah satu murid, diana, pak eling mendapati muridnya itu sedang menggunakan gawainya untuk mengerjakan tugas pelajaran lain. bapak eling spontan mengeluarkan kata-kata dengan nada tinggi. “jadi ini yang dari tadi kamu lakukan?” seisi ruang kelas terkejut. wajah diana memerah. ia tampak malu dan tidak menyangka bapak eling merespon sekeras itu."