Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dalam job order costing, terdapat tujuh perlakuan akuntansi terhadap kerugian. Jelaskan tujuh jenis perlakuan kerugian tersebut dan dampaknya bagi perusahaan Dari jenis kerugian tersebut, manakah menurut anda yang kosnya paling merugikan bagi perusahaan? Jelaskan alasan anda

Pertanyaan

Dalam job order costing, terdapat tujuh perlakuan akuntansi terhadap kerugian. Jelaskan tujuh jenis perlakuan kerugian tersebut dan dampaknya bagi perusahaan Dari jenis kerugian tersebut, manakah menurut anda yang kosnya paling merugikan bagi perusahaan? Jelaskan alasan anda

Jawaban:

Dalam sistem akuntansi biaya berdasarkan job order costing, terdapat beberapa perlakuan yang dapat diterapkan terhadap kerugian. Tujuh jenis perlakuan kerugian tersebut dan dampaknya bagi perusahaan adalah sebagai berikut:


Membebankan langsung ke pekerjaan (Charging Directly to the Job):


Perlakuan ini mengakibatkan kerugian langsung dibebankan pada pekerjaan atau proyek tertentu.

Dampaknya adalah kerugian tersebut akan langsung mengurangi laba yang diharapkan dari pekerjaan tersebut.

Mengamortisasi ke pekerjaan berikutnya (Amortizing to Future Jobs):


Dalam kasus ini, kerugian dapat dialihkan ke pekerjaan berikutnya dengan harapan bahwa proyek-proyek masa depan akan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk menutupi kerugian tersebut.

Dampaknya adalah pekerjaan berikutnya akan memiliki biaya tambahan karena harus menanggung kerugian dari proyek sebelumnya.

Membebankan ke overhead (Charging to Overhead):


Kerugian dapat dialihkan ke overhead dan kemudian dibagi-bagikan ke seluruh pekerjaan dalam bentuk biaya overhead tambahan.

Dampaknya adalah semua pekerjaan akan berkontribusi untuk menutupi kerugian ini, tetapi hal ini dapat mengaburkan informasi tentang profitabilitas masing-masing pekerjaan.

Menyusutkan persediaan (Writing Off Inventory):


Jika kerugian terkait dengan barang yang disimpan dalam persediaan, perusahaan dapat memutuskan untuk menulisnya off dari persediaan.

Dampaknya adalah penurunan nilai persediaan yang akan mempengaruhi laba bersih perusahaan.

Membukukan kerugian (Recording the Loss):


Dalam beberapa kasus, perusahaan dapat memutuskan untuk langsung mencatat kerugian tersebut sebagai biaya dan mengurangkan laba kotor proyek.

Dampaknya adalah laba kotor dari pekerjaan atau proyek tersebut akan berkurang secara signifikan.

Memindahkan ke akun cadangan (Transferring to Reserve Account):


Perusahaan dapat memindahkan kerugian ke akun cadangan atau cadangan kerugian untuk diatasi di masa depan.

Dampaknya adalah perusahaan harus menyisihkan dana untuk mengatasi kerugian ini di masa mendatang.

Menyertakan dalam harga penawaran (Including in Bidding Price):


Saat menawarkan proyek baru, perusahaan dapat memasukkan kerugian dari pekerjaan sebelumnya ke dalam harga penawaran proyek tersebut.

Dampaknya adalah proyek baru akan memiliki harga penawaran yang lebih tinggi, yang dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk memenangkan kontrak.

Jenis kerugian yang paling merugikan bagi perusahaan akan tergantung pada konteksnya. Namun, secara umum, mengamortisasi kerugian ke pekerjaan berikutnya (Amortizing to Future Jobs) dapat menjadi yang paling merugikan. Hal ini karena tindakan ini dapat berdampak pada sejumlah proyek yang harus menanggung biaya tambahan akibat kerugian dari proyek sebelumnya, yang mungkin sulit untuk ditutupi. Dengan kata lain, metode ini dapat berdampak negatif pada profitabilitas jangka panjang perusahaan dan mempengaruhi daya saingnya di pasar.


Penting untuk diingat bahwa pilihan perlakuan terhadap kerugian dalam sistem akuntansi job order costing harus dipertimbangkan dengan cermat, dan keputusan tersebut akan tergantung pada situasi khusus perusahaan serta strategi manajemen yang diadopsi. Ada beberapa alasan mengapa mengamortisasi kerugian ke pekerjaan berikutnya dapat menjadi pilihan yang merugikan:


Pengaruh pada profitabilitas proyek berikutnya: Ketika kerugian dari proyek sebelumnya dialihkan ke pekerjaan berikutnya, proyek berikutnya akan memiliki biaya tambahan yang harus diatasi. Hal ini dapat membuat sulit untuk mencapai profitabilitas pada proyek-proyek tersebut, dan mungkin perusahaan harus menaikkan harga penawaran atau merencanakan strategi lain yang dapat merugikan daya saingnya di pasar.


Pemalsuan informasi: Mengalihkan kerugian dari satu proyek ke proyek lain dapat memalsukan informasi mengenai profitabilitas sebenarnya dari masing-masing proyek. Hal ini dapat mengaburkan visibilitas manajemen terhadap proyek-proyek yang lebih menguntungkan atau merugikan.


Risiko akumulasi kerugian: Jika kerugian terus diakumulasi di berbagai proyek, ini dapat mengakibatkan akumulasi kerugian besar yang sulit diatasi, terutama jika pasar mengalami ketidakstabilan atau persaingan yang ketat.


Sebaliknya, beberapa perusahaan mungkin lebih suka menyusutkan persediaan atau mencatat kerugian secara langsung untuk memastikan transparansi dalam laporan keuangan dan menghindari mengakumulasi kerugian yang dapat merugikan perusahaan dalam jangka panjang.


Pilihan yang paling tepat tergantung pada kebijakan dan tujuan perusahaan, serta situasi proyek-proyek yang terlibat. Perusahaan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dan pendek dari masing-masing perlakuan kerugian dan memastikan bahwa keputusan yang diambil sejalan dengan strategi keuangan dan manajemen risiko perusahaan.

Posting Komentar untuk "Dalam job order costing, terdapat tujuh perlakuan akuntansi terhadap kerugian. Jelaskan tujuh jenis perlakuan kerugian tersebut dan dampaknya bagi perusahaan Dari jenis kerugian tersebut, manakah menurut anda yang kosnya paling merugikan bagi perusahaan? Jelaskan alasan anda"