Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bu ilmi adalah guru mata pelajaran ppkn kelas x. saat pembelajaran ia memberikan muridnya projek mengamati konsep gotong royong yang berkembang di lingkungan tempat tinggalnya. projek dilaksanakan secara individu. bu ilmi memberi waktu 1 bulan untuk murid mengamati dan melakukan wawancara dengan pemimpin dan warga setempat. ia mengarahkan muridnya untuk membuat perencanaan projek dan memberikan kebebasan murid menentukan bentuk laporan hasil projek. praktik yang dilakukan bu ilmi adalah salah satu cara mengintegrasikan profil pelajar pancasila dalam pembelajaran, yaitu untuk dimensi ...

Soal

Bu Ilmi adalah guru mata pelajaran PPKn kelas X. Saat pembelajaran ia memberikan muridnya projek mengamati konsep gotong royong yang berkembang di lingkungan tempat tinggalnya. Projek dilaksanakan secara individu. Bu Ilmi memberi waktu 1 bulan untuk murid mengamati dan melakukan wawancara dengan pemimpin dan warga setempat. Ia mengarahkan muridnya untuk membuat perencanaan projek dan memberikan kebebasan murid menentukan bentuk laporan hasil projek.
Praktik yang dilakukan Bu Ilmi adalah salah satu cara mengintegrasikan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran, yaitu untuk dimensi …

A Dimensi bergotong royong, karena murid mempraktikan konsep gotong royong dalam projeknya
B Dimensi mandiri, karena murid belajar membuat perencanaan projek dan mengatur jadwal wawancara
C Dimensi kreatif, karena murid belajar menghasilkan gagasan yang orisinal dalam memilih tema projek
D Tidak ada jawaban yang benar


Jawaban yang benar adalah B Dimensi mandiri, karena murid belajar membuat perencanaan projek dan mengatur jadwal wawancara



Pendidikan adalah tonggak penting dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang cepat, pendidik dituntut untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga pengembangan nilai-nilai sosial dan kepribadian. Salah satu contoh pendidik yang mengambil langkah ini adalah Bu Ilmi, seorang guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di kelas X.

Dengan visi pendidikan yang inklusif dan berfokus pada penerapan nilai-nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari, Bu Ilmi menciptakan pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menarik. Dalam pelajarannya, ia memberikan tugas projek kepada murid-muridnya yang menitikberatkan pada konsep gotong royong yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Melalui projek ini, Bu Ilmi memberikan waktu satu bulan kepada murid-muridnya untuk mengamati, mewawancarai pemimpin lokal, dan merencanakan proyek mereka secara mandiri.

Pendekatan ini sejalan dengan prinsip Profil Pelajar Pancasila yang mengusung dimensi mandiri. Dengan memberi tugas projek yang melibatkan perencanaan dan wawancara, Bu Ilmi memberikan kesempatan kepada murid-muridnya untuk mengembangkan keterampilan mandiri dan bertanggung jawab. Melalui projek ini, mereka belajar untuk mengatur waktu, berkomunikasi dengan pemimpin lokal dan warga, serta merumuskan solusi untuk mempromosikan semangat gotong royong.

Selain itu, pendekatan ini juga memperkaya pemahaman murid-murid tentang nilai-nilai Pancasila. Mereka tidak hanya memahami konsep gotong royong secara teoretis, tetapi juga mengalami dan mengamati penerapannya dalam masyarakat nyata. Proses merencanakan proyek hingga menghasilkan laporan akhir juga membantu mereka memahami arti kerjasama, tanggung jawab, dan kreativitas.

Dengan memberikan kebebasan kepada murid untuk menentukan bentuk laporan hasil projek, Bu Ilmi juga mendorong kreativitas dan pengembangan kepribadian unik setiap murid. Proses ini memberikan ruang bagi mereka untuk mengekspresikan ide dan pemikiran mereka dengan cara yang mereka pahami dan kuasai.

Melalui praktik inovatifnya, Bu Ilmi berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong perkembangan karakter dan keterampilan mandiri murid. Ia tidak hanya mengajarkan nilai-nilai gotong royong dalam teori, tetapi juga mendorong murid untuk mengalami dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, Bu Ilmi membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengisi kepala murid dengan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang kuat dan berprinsip.

Projek ini juga membangun jembatan antara dunia pendidikan formal dan masyarakat lokal. Dengan mewawancarai pemimpin lokal dan warga setempat, murid-murid tidak hanya mengembangkan keterampilan interaksi sosial, tetapi juga memperdalam pemahaman mereka tentang lingkungan tempat tinggal dan tantangan yang dihadapinya. Ini menciptakan kesadaran akan pentingnya berkontribusi dalam masyarakat serta memperkuat rasa kebanggaan terhadap budaya dan nilai-nilai lokal.

Di era digital ini, pendidik sering dihadapkan pada tantangan untuk menarik minat dan perhatian generasi muda yang terbiasa dengan teknologi. Namun, pendekatan projek yang diadopsi oleh Bu Ilmi membuktikan bahwa pembelajaran yang mendalam dan bermakna tetap mungkin diwujudkan. Dengan memberikan murid-murid tugas yang relevan dengan kehidupan mereka dan memberikan kebebasan dalam mengungkapkannya, ia mampu membangkitkan semangat belajar yang berkelanjutan.

Sebagai kesimpulan, Bu Ilmi adalah contoh inspiratif dari pendidik yang mampu mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dan mengembangkan karakter mandiri melalui pendekatan pembelajaran projek. Metodenya tidak hanya membantu murid-murid memahami konsep gotong royong, tetapi juga mengaplikasikannya dalam realitas sekitar mereka. Melalui proses projek ini, murid-murid tidak hanya belajar tentang kepentingan kerjasama dan tanggung jawab, tetapi juga mengalami pengalaman nyata yang membentuk mereka menjadi individu yang bertanggung jawab, kreatif, dan berprinsip. Bu Ilmi telah memberikan sumbangsih berharga dalam dunia pendidikan, membantu mempersiapkan generasi muda untuk menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Posting Komentar untuk "Bu ilmi adalah guru mata pelajaran ppkn kelas x. saat pembelajaran ia memberikan muridnya projek mengamati konsep gotong royong yang berkembang di lingkungan tempat tinggalnya. projek dilaksanakan secara individu. bu ilmi memberi waktu 1 bulan untuk murid mengamati dan melakukan wawancara dengan pemimpin dan warga setempat. ia mengarahkan muridnya untuk membuat perencanaan projek dan memberikan kebebasan murid menentukan bentuk laporan hasil projek. praktik yang dilakukan bu ilmi adalah salah satu cara mengintegrasikan profil pelajar pancasila dalam pembelajaran, yaitu untuk dimensi ..."