Apa Kegunaan Oli Shock Absorber ?

Apa kegunaan oli shock absorber - jika kalian semua perhatikan di suspensi bagian depan ketika dibuka bagian dalamnya ternyata ada oli. Oli ini namanya adalah oli shock breaker. Oli shock absorber atau oli suspensi adalah cairan yang digunakan dalam sistem suspensi kendaraan untuk menyerap dan mengurangi getaran serta guncangan yang terjadi saat kendaraan melaju di jalan yang tidak rata. 

Oli shock absorber membantu meningkatkan kenyamanan berkendara dan stabilitas kendaraan dengan mengontrol gerakan suspensi. Selain itu, oli shock absorber juga membantu menjaga keawetan suspensi dan komponen kendaraan lainnya dengan mencegah keausan yang berlebihan akibat tumbukan dan gesekan. Penggantian oli shock absorber secara teratur sangat penting untuk memastikan kinerja yang optimal dari suspensi kendaraan dan mencegah kerusakan pada komponen suspensi.

Jadi Apa kegunaan oli shock absorber itu ? Seperti pengertiannya tadi kegunaan oli shock absorber adalah untuk meredam kejutan pada shock absorber. Fork oil terbaik atau oli shock breaker terbaik di indonesia diantaranya adalah AHM Genuine Shock Oil Shock, Yamahalube Front Fork Oil G10, Top 1 High Performance Fork Oil, Motul Fork Oil Factory Line, Petroasia Petro Shock Absorber Oil, Lucas Oil Synthetic Fork Oil, Jumbo Hydrofit Shock Absorber Oil dan lain lain. Oli shock breaker sebaiknya di ganti setiap 2 atau 3 tahun sekali.

Oli shock absorber berada di bagian suspensi depan sepeda motor. Bagi kalian yang belum tahu,  Shockbreaker atau yang juga dikenal sebagai suspensi adalah komponen penting pada sepeda motor yang berfungsi untuk menyerap dan meredam getaran dan guncangan yang terjadi pada roda belakang dan roda depan saat motor melaju di jalan yang tidak rata. 

Fungsi shockbreaker motor atau fungsi suspension motor antara lain: 

1). Meningkatkan kenyamanan berkendara: Dengan menyerap dan meredam getaran dan guncangan pada jalan yang tidak rata, shockbreaker membantu meningkatkan kenyamanan berkendara, terutama saat melintasi jalan berlubang atau bergelombang. 

2). Meningkatkan stabilitas: Shockbreaker juga membantu meningkatkan stabilitas sepeda motor dengan menstabilkan gerakan suspensi dan mencegah roda depan atau roda belakang terangkat atau terlempar. 

3). Meningkatkan keamanan: Dengan meningkatkan kenyamanan dan stabilitas, shockbreaker juga membantu meningkatkan keamanan berkendara dengan mengurangi risiko kecelakaan akibat kendali sepeda motor yang tidak stabil.

Jenis Suspensi Depan Sepeda Motor

Pada sepeda motor suspensi depan itu ada 2 model yakni suspensi teleskopik dan upside down. Suspensi teleskopik dan upside-down adalah dua jenis suspensi depan pada sepeda motor yang umum digunakan. Namun jenis suspensi yang umum adalah teleskopik, sementara upside down biasanya digunakan oleh sepeda motor dengan harga yang mahal.

Jenis suspensi depan yang paling banyak dipergunakan pada sepeda motor cub adalah Teleskopik atau Telescopic Fork. Sementara Jenis suspensi depan yang paling banyak dipergunakan pada sepeda motor sport atau supersport adalah Upside Down.

Meskipun keduanya memiliki fungsi yang sama untuk menyerap guncangan dan getaran saat berkendara di jalan yang tidak rata, namun ada beberapa perbedaan antara suspensi teleskopik dan upside down.

Desain 

Perbedaan yang paling mencolok antara suspensi teleskopik dan upside-down adalah desainnya. Suspensi teleskopik terdiri dari dua pipa, yaitu pipa dalam dan pipa luar, yang saling bergerak satu sama lain. Sedangkan suspensi upside-down memiliki desain terbalik, di mana pipa dalam terhubung ke kerangka sepeda motor dan pipa luar terhubung ke roda depan. 

Berat

Suspensi upside-down biasanya lebih ringan daripada suspensi teleskopik karena desainnya yang menggunakan pipa dalam yang lebih kecil. Hal ini membuat suspensi upside-down lebih responsif dan memberikan pengendara lebih banyak kontrol saat berkendara di jalanan yang berliku. 

Keawetan 

Suspensi upside-down juga lebih tahan lama daripada suspensi teleskopik karena pipa dalamnya yang lebih kecil dan terletak dalam posisi terbalik. Hal ini membuat pipa dalam terlindungi dari kerusakan akibat debu dan kotoran yang terdapat di jalanan. 

Harga 

Suspensi upside-down biasanya lebih mahal daripada suspensi teleskopik. Hal ini disebabkan oleh desainnya yang lebih rumit dan menggunakan bahan yang lebih ringan dan tahan lama. 

Pengaturan 

Suspensi upside-down biasanya lebih mudah dalam pengaturannya daripada suspensi teleskopik. Pengaturan ini meliputi perubahan preload (tingkat kekencangan suspensi) dan damping (kecepatan yang diinginkan untuk menyerap guncangan). 

Kesimpulannya Suspensi teleskopik dan upside-down adalah dua jenis suspensi depan yang umum digunakan pada sepeda motor. Suspensi upside-down memiliki desain yang terbalik dan lebih ringan, tahan lama, dan mudah dalam pengaturannya daripada suspensi teleskopik. Namun, suspensi upside-down lebih mahal dan tidak selalu tersedia pada semua jenis sepeda motor. Pilihan antara kedua jenis suspensi tergantung pada preferensi pribadi dan kebutuhan berkendara.

0 comments